x

Modul Sekolah Buruh AJI Indonesia: Penguatan Kapasitas Buruh Media dan Serikat Buruh dalam Memperjuangkan Kerja Layak

Lanskap media dan ketenagakerjaan di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam beberapa tahun terakhir. Disrupsi digital, tekanan ekonomi, serta menyusutnya kebebasan pers telah berdampak langsung pada kondisi kerja jurnalis. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakpastian relasi kerja, serta meningkatnya risiko keamanan menunjukkan bahwa buruh media berada dalam situasi yang semakin rentan.

Berbagai temuan riset, termasuk Potret Jurnalis Indonesia 2025, memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan, tetapi juga mencakup aspek perlindungan hak, keamanan kerja, ketimpangan gender, serta lemahnya mekanisme perlindungan kolektif. Kondisi ini menegaskan bahwa upaya mewujudkan prinsip kerja layak (decent work) di sektor media masih menghadapi tantangan yang serius.

Dalam konteks tersebut, serikat buruh memiliki peran strategis sebagai instrumen perlindungan kolektif dan advokasi hak-hak buruh media. Namun, dinamika industri yang terus berubah menuntut serikat buruh untuk memiliki kapasitas yang lebih kuat, baik dalam hal pengorganisasian, advokasi, negosiasi, maupun pengelolaan organisasi.
Modul ini disusun sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas buruh media. Modul ini dirancang untuk menjangkau dua kelompok utama, yaitu: (1) buruh media yang telah tergabung dalam serikat buruh atau sedang membangun serikat, dan (2) buruh media yang belum tergabung dalam serikat buruh atau bekerja di perusahaan yang belum memiliki serikat. Dengan demikian, materi dalam modul ini tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi yang sudah ada, tetapi juga mendorong kesadaran, inisiatif, dan langkah awal dalam membangun perlindungan kolektif.

 

Tim Penulis:
Asnil Bambani Amri
Edi Faisol
Ibrahim Arsyad

Editor:
Bayu Wardhana

Sampul dan Tata Letak:
Suratman

Tim Program:
Naharin Ni’matun
April Novita

 

 

Buku
Share