x

20 Mahasiswa Dapat Beasiswa British Council Magang Di Media Online

20 Mahasiswa Dapat Beasiswa British Council Magang Di Media Online

Aliansi Jurnalis Independen bersama dengan British Council memberikan pelatihan dan magang selama satu pekan pada mahasiswa terpilih, yang memiliki ketertarikan dalam jurnalisme mendapatkan pelatihan jurnalisme serta merasakan magang di media.

Program Fellowsship for University Students "Upclose and Personal with Journalism," dimulai sejak 27 April - 4 Mei 2017. Para peserta selain mendapatkan materi tentang jurnalisme data, secience journalist, dari berbagai ahlinya. Peserta mendapatkan bimbingan langsung dari awak redaksi serta berkesempatan mengikuti World Press Freedom Day di JCC, Jakarta pada 3-4 Mei.

Para peserta magang diberapa media seperti tirto.idliputan6.comsuara.comtempo.co dan selasar.com. Selama proses magang, para perserta diberlakukan layaknya jurnalis, melakukan reportase lapangan, riset dan rapat redaksi. "Kami berharap, ilmu yang diberikan bisa diteruskan di kampus masing-masing," ujar Ketua Umum AJI Indonesia Suwarjono.

Ia mengatakan, program seperti ini akan terus dikembangkan, agar mutu jurnalisme di Indonesia semakin baik. Bahkan, tantangan kedepan, publik bisa mendapatkan karya jurnalisme bukan hanya dari media mainstream tappi dari individu-individu.

"Untuk itulah, program ini ada. Sehingga individu yang tertarik jurnalisme bisa menghasikan karya berkualitas. Pers mahasiswa pun demikian, semakin memiliki peran dalam merangi informasi bohong, hoax," ujarnya.

Suwarjono mengatakan, AJI Indonesia akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas jurnalis, persma, dan individu yang tertarik bidang jurnalime dengan berbagai pelatihan.

Perwakilan British Council Indonesia Teresa Birks mengungkapkan, jika program yang digagas AJI dan BC ini diluar ekspetiasinya. Dari presentasi perserta, kata Ia, bagaimana peserta bisa merasakan kerja media sesungguhnya. "Saya senang program ini berjalan lancar," katanya.  

Ia mengatakan, BC sebagai bagian dari pemerintah Inggris terus membuat berbagai program untuk peningkatan sumber daya manusia di Indonesia. Ini sebagai langkah kedekatan kedua negara dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. 

"Kami ucapkan terima kasih pada AJI, yang membuat program yang sangat edukatif. Dan antusias pendaftarnya sangat tinggi, mengalahkan pendaftar di negara lain," katanya.

Peserta Terbaik Asal Aceh, Intan Farhana mengaku senang dengan program ini. Selain menambah ilmu juga pengalaman dirinya dalam berinteraksi dengan berbagai mahasiswa, mentor dan jurnalis. "Saya tidak menyangka, program ini menyenangkan."

Intan menegaskan, dirinya berharap, hobbynya dalam membuat vidio dokumenter bisa terus berlanjut dan menghasilkan karya-karya yang berguna bagi publik dengan kualitas yang lebih baik. "Nanti saya akan tularkan ilmu ini di kampus. walaupun saya bukan dari jurusan Ilmu Komunikasi," katanya.

Share