Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI), GE, dan MKI Selenggarakan Pelatihan Jurnalisme "Meliput Isu Energi Kelistrikan"
Data terbaru pemerintah, tingkat elektifitasi nasional 2015 mencapai 88,5 persen. Artinya dari 100 rumah tangga, sekitar 89 rumah telah teraliri listrik. Tahun 2016 pemerintah menargetkan tingkat elektrifikasi naik mencapai 90 persen.
Meski rasio elektrifikasi nasional terus meningkat beberapa tahun terkahir, perlu dipahami, rasio ini belum merata di semua daerah.
Di beberapa daerah, rasio elektrifikasi masih rendah seperti Papua (44,40%), Nusa Tenggara Timur (57,74%), Sulawesi Tenggara (66,78%) dan Kalimantan Tengah (68,27%). Begitu pula kualitas energi listrik yang bisa didapat, masih terjadi ketimpangan.
Padahal listrik hari ini menjadi kebutuhan dasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat; ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.
Country Leader GE Power Indonesia, David Hutagalung mengatakan GE telah beroperasi selama lebih dari 75 tahun dan salah satu misinya adalah mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia yang di antaranya meliputi pembangunan infrastruktur di sektor ketenagalistrikan.
"Saat ini kami melihat bahwa Indonesia sedang berada dalam masa yang penting dalam pembangunan ketenagalistrikan serta ketahanan energi," kata David saat membuka acara.
Menurut dia, berdasarkan data terbaru tingkat elektifitasi nasional 2015 mencapai 88,5 persen, itu artinya dari 100 rumah sekitar 89 rumah telah teraliri listrik."Tahun 2016 pemerintah menargetkan tingkat elektifitasi naik mencapai 90 persen," ujarnya.
David Hutagalung menambahkan, Presiden Jokowi telah mencanangkan Program 35 ribu megawatt guna memenuhi kebutuhan pertumbuhan ekonomi. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan teknologi pembangkit listrik yang beragam.
Karena itulah, upaya pemerintah dengan mempercepat realisasi program 35.000 MW terutama di daerah yang selama ini tingkat elektrifikasinya rendah perlu mendapat perhatian dari jurnalis.
Karena itu, Sekolah Jurnalisme AJI, GE Indonesia bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia mengadakan pelatihan jurnalisme "Meliput Isu Energi Kelistrikan" di Hotel Century Park Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.
Ketua Umum AJI Indonesia Suwarjono mengatakan dengan semakin berkembanganya media, maka jurnalis generasi baru juga akan tumbuh.
"Tidak dapat dipungkiri jurnalis baru ini belum banyak memiliki pengalaman meliput atau menulis khususnya di isu tentang energi kelistrikan di Indonesia. Padahal isu ini sangat menarik. Untuk itulah AJI sebagai organisasi profesi mendorong anggota dan jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitasnya di era saat ini," kata Suwarjono.
Karena itu, AJI Indonesia melalui Sekolah Jurnalisme AJI atau SJAJI memberikan berbagai program pelatihan, seminar, diskusi publik dan beasiswa yang tujuannya untuk meningkatkan pemahaman jurnalis pada isu-isu tertentu.
"Dengan adanya pelatihan energi kelistrikan bersama GE Indonesia dan MKI adalah salah satu bagian dari upaya AJI untuk meningkatkan kapasitas jurnalis, khususnya bagi jurnalis yang sehari-harinya meliput isu energi dan ketenagalistrikan. Harapan kami dengan pelatihan ini jurnalis dapat mendalami isu energi dan kelistrikan dengan lebih baik lagi," tutur Suwarjono.
Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan sehari ini yaitu Electricity 101 disampaikan oleh Setiobudhi Soemartono selaku Country Leader GE Steam Power Systems.
Kemudian "Lanskap sektor ketenagalistrikan di Indonesia: masalah, peluang dan tantangan" dibawakan oleh Harry Hartoyo dari MKI.
Serta "Solusi industri teknologi energi kelistrikan untuk negara kepulauan" oleh George Djohan selaku Country Leader GE Gas Power System.
Dalam kesempatan itu para jurnalis juga mendapat materi yang diberikan oleh Dwi Setyo Irawanto tentang mencari ide cerita energi kelistrikan dan etika, tips dan kiat meliput isu-isu kelistrikan.
Sebanyak 16 jurnalis dari media cetak dan online ini tidak hanya berasal dari Jakarta tapi juga Batam, Gorontalo, Semarang dan Lombok.
Mereka berasal dari Harian Kontan, Bisnis Indonesia, Tribunews.com, VIVA.co.id, Suara.com, Petromindo Magazine, Republika, Warta Ekonomi Magazine, Batam Post,batamnews.co.id, Antara NTB, Lombok Post, Lombok Today, Harian Gorontalo, Radar Gorontalo dan Suara Merdeka Semarang.
Jakarta, 15 Maret 2017
- 7 kali dilihat



