AJI Indonesia Luncurkan Buku Panduan Peliputan Pemilu 2024 bagi Jurnalis
JAKARTA. AJI Indonesia meluncurkan buku Panduan Peliputan Pemilu 2024 bagi Jurnalis pada Kamis (4/5). Peluncuran buku ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2023.
AJI Indonesia menilai penerbitan buku panduan ini sangat penting bagi jurnalis sebagai penguatan etika peliputan Pemilu di tahun politik. Diharapkan para jurnalis bisa melakukan peliputan Pemilu 2024 sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik agar menghasilkan karya yang mendalam, analitis dan kritis bagi masyarakat sehingga media massa bisa memainkan perannya sebagai pilar keempat demokrasi.
Buku panduan ini berisikan informasi terbaru seputar Pemilu 2024 serta isu-isu krusial yang patut menjadi perhatian jurnalis pada setiap tahapan pemilihan umum. Ada pula informasi seputar cara menghadapi informasi sesat yang biasa marak dalam proses kontestasi politik untuk memanipulasi publik. Dengan memberikan panduan menghadapi informasi sesat ini, para jurnalis diharapkan bisa memilah-milah informasi sesat dan pada akhirnya menyampaikan berita yang akurat kepada khalayak.
Bukan hanya itu. Buku ini juga berisi pedoman untuk mengantisipasi dan menghadapi kekerasan fisik dan digital yang bisa dialami jurnalis mengingat risiko terjadinya ketegangan dalam Pemilu 2024. Ancaman tindakan kekerasan bagi jurnalis ini nyata karena banyak aktor politik yang berkepentingan dalam Pemilu merasa terganggu oleh pemberitaan yang mengancam kepentingannya.
Pada Rabu (10/5), AJI Indonesia telah menyerahkan langsung buku panduan peliputan Pemilu 2024 ini kepada Dewan Pers. Buku panduan ini diharapkan bisa menjadi rekomendasi Dewan Pers bagi para awak media massa di seluruh Indonesia.
“Dewan Pers menyambut baik atas kerja keras teman-teman AJI dalam menyusun buku ini, terlebih dalam buku ini terdapat bab yang menjelaskan tentang perbandingan pemilu tahun 2024 dengan yang sebelumnya, ini penting.” kata Ninik Rahayu, Ketua Dewan Pers.
Ninik juga mengapresiasi adanya bab tentang etika peliputan Pemilu 2024 bagi jurnalis. Dengan demikian, dia berharap jurnalis dapat melakukan peliputan sesuai dengan etika atau norma yang telah ada.
Lebih jauh, Dewan Pers mengajak AJI berkolaborasi untuk menyelenggarakan pelatihan peliputan Pemilu di beberapa kota di Indonesia. “Sehingga buku panduan ini tidak hanya dapat diunduh di website saja tetapi juga ada aksi konkret bersama,” ujarnya.
Panduan Peliputan Pemilu 2024 bagi Jurnalis terdiri dari tujuh bab yakni Yang Berbeda dari Pemilu 2024, Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024, Hal-hal yang Perlu Dicermati Jurnalis Media Berkualitas, Pemilu Berkualitas, Etika Peliputan Pemilu 2024, Potensi Informasi Sesat di Pemilu 2024, Belajar dari Pemilu 2019, Keamanan Digital dan Fisik dan Advokasi Jurnalis. Buku ini bisa diunduh secara gratis di https://bit.ly/panduanpeliputanpemilu2024
- 60 kali dilihat





