National Workshop on Safety Journalist
Sejak awal tahun 2016 hingga kini, IFJ mencatat sebanyak 107 orang jurnalis telah dibunuh di berbagai belahan dunia, dan lebih dari 90 persen dari jurnalis yang dibunuh adalah lokal jurnalis. Hal ini mengindikasikan adanya krisis terhadap keamanan jurnalis itu sendiri.
Perlindungan bagi jurnalis masih lemah, begitu juga dengan penindakan untuk keadilan terhadap pelaku kekerasan. Berdasarkan data dari UNESCO, kurang dari 1 dalamsetiap 10 kasus pembunuhan jurnalis yang sampai ke pengadilan, dan 92 persen insiden yang menggunakan kekerasan untuk menekan kebebasan pers dan berekspresi tidak ditindaklanjuti.
Di Indonesia, kekerasan terhadap jurnalis juga terus terjadi.Berdasarkan data yang dihimpun AJI Indonesia, sepanjang Mei 2016 hingga April 2017 telah terjadi 72 kasus kekerasan yang dialami oleh para jurnalis yang menjalankan profesinya. Kasus kekerasan itu bahkan didominasi bentuk kekerasan fisik, yang mencapai 38 kasus. Pengusiran dan/atau pelarangan liputan juga masih marak, dengan temuan sebanyak 14 kasus.
Data yang dihimpun AJI Indonesia juga menunjukkan seriusnya persoalan kekerasan itu. Di antara 72 kasus itu, terdapat sembilan kasus kekerasan yang dengan sengaja dilakukan untuk merampas atau merusak data, foto, rekaman video yang diperoleh jurnalis di lapangan.
Kondisi-kondisi tersebut mengingatkan kepada berbagai kalangan mengenai pentingnya mekanisme yang menjamin keamanan jurnalis dalam bekerja.
Sejak Juni 2016 hingga Desember 2017, IMS dan IFJ (the International Federation of Journalists) sedang mengumpulkan berbagai model yang menjadi best practice dalam safety of journalist (keamanan bagi jurnalis) di berbagai wilayah seperti Colombia, Philippines, Pakistan, Indonesia, Irak, Afganistan, dan Nepal. Hasilnya akan digunakan sebagai bagian dari studi penelitian global yang ditujukan untuk memberikan informasi kepada praktisi media lokal, pemangku kebijakan, dan organisasi pengembangan media yang bekerja untuk memperbaiki keamanan bagi jurnalis di tujuh negara tersebut dan juga Negara lainnya.
Sehubungan dengan itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan IMS dan IFJ (the International Federation of Journalists) akan menyelenggarakan Workshop Nasional dan pertemuan bagi perwakilan divisi advokasi AJI dari berbagai kota di Indonesia.
- 5 kali dilihat





