Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan dukungan Unesco meluncurkan website advokasi bagi jurnalis. Website ini berisi data kekerasan, cara lapor jika ada kasus kekerasan, dan juga modul untuk
Tips Survive Jadi Jurnalis Perempuan dengan narasumber : 1. Widia Pramestika - Jurnalis Konde.id 2. Citra Pratiwi - Pemimpin Redaksi KBR.id
Sepanjang Mei 2020 hingga Mei 2021, bidang advokasi AJI Indonesia mencatat ada 90 kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. Angka ini tertinggi selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Kekerasan yang
Menyambut Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh pada 3 Mei, AJI Indonesia dan Amnesty International Indonesia berkolaborasi menyelenggarakan webinar series untuk kalangan muda. Tujuannya, generasi muda
Bidang Advokasi AJI Indonesia pada Tahun 2021 mencatat adanya kekerasan jurnalis antara lain: Nurhadi, jurnalis Tempo menjadi korban penganiayaan saat melakukan reportase dan Pemimpin Umum Tabloid
Inilah cerita tentang negeri Sia (Sia Sia) di jaman yang suram dan sia-sia. Zaman ketika para penguasa korup dan pengusaha bekerjasama, bersekongkol menguasai dunia, mereka membuat aturan aturan yang
Peluncuran Kertas Kebijakan Catatan dan Desakan Masyarakat Sipil atas revisa UU ITE
Series Webinar Literasi Kebencanaan untuk Menangkal Disinformasi yang telah dilaksanakan AJI Indonesia dalam lima kali webinar.
Konferensi pers perkembangan kasus kekerasan jurnalis Tempo, Nurhadi
Series Webinar Melawan Infodemi Covid-19 yang telah dilaksanakan AJI Indonesia dalam tujuh kali webinar.
Dalam pemberitaan soal bencana, media cenderung lebih suka pada aspek drama sebuah bencana. Apakah jumlah korban, dampak kerusakan, atau tangis air mata. Ada aspek penting yang sering terlupakan dalam
Seri Diskusi AJI dalam Rangka Hari Perempuan Internasional dengan tema "Tantangan Pekerja Media Perempuan"
Seri Diskusi AJI dalam Rangka Hari Perempuan Internasional dengan tema "Tantangan Jurnalis Perempuan Meliput Konflik Sosial"


