Jakarta, 13 Mei 2026 – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dengan dukungan Uni Eropa, sukses menyelenggarakan diskusi publik bertajuk "Kebebasan Pers di Bawah Ancaman Sensor dan Swasensor". Acara ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2026 setelah sebelumnya AJI menggelar rangkaian kegiatan di 10 kota.
Pada diskusi ini dibahas bagaimana potret buram...
Tahun 2018 lalu, pada program yang sama AJI telah mentraining 2.622 jurnalis media nasional dan daerah serta kampus.
Specifically, the committee seeks to promote advocacy of cases of violence against journalists by setting up a funding scheme called journalists safety fund
Secara khusus Komite ini bertujuan untuk menangani kasus kekerasan jurnalis dengan menyediakan skema pendanaan atau safety fund journalists.
Selama dua hari, 27 jurnalis Makassar dan sejumlah kabupaten/kota lain di Sulsel menerima materi terkait HAM yang berkaitan dengan kepemiluan
Era disrupsi digital saat ini perkembangan teknologi yang makin pesat dapat mengubah suatu industri, termasuk industri perbankan
Komite ini bertujuan untuk menuntaskan kasus kekerasan jurnalis, serta mencegah terjadinya kasus kekerasan jurnalis dan pekerja media terulang kembali.
Pendaftaran diperpanjang sampai 21 Maret 2019
Penangkapan Robertus Robet ini juga membuat rezim saat ini tidak ada bedanya dengan rezim Orde Baru yang mengekang kebebasan berekspresi dan berpendapat
Kekerasan terhadap jurnalis dalam aksi massa bukan pertama kali terjadi
This arrest was none other than an attempt to silence journalists and media who were critical to the government.
Penahanan ini hanya upaya untuk membungkam jurnalis dan media yang melancarkan kritik terhadap pemerintah.
Pemberian remisi sama saja menciptakan preseden buruk bagi kemerdekaan pers.
Ditjen Pemasyarakatan mengklaim draf pembatalan remisi untuk Susrama sudah diserahkan ke Sekretariat Negara
Jurnalismedata.id menjadi platform yang bisa diakes secara cuma-cuma oleh publik untuk belajar jurnalisme data
Upah kerja yang rendah, gaji yang telat dibayar, dan kekerasan fisik menjadi tiga ancaman terbesar bagi para jurnalis di Indonesia













