x

Maverick-AJI Berkolaborasi Mendukung Jurnalis Terdampak Pandemi Melalui Journalist Fellowship Program 2020

Jakarta, 11 September 2020 – Perusahaan konsultan komunikasi Maverick bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyelenggarakan program Journalist Fellowship Program 2020, sebagai bagian dari upaya membantu jurnalis yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jurnalis yang terkena dampak efisiensi akibat pandemi melalui pelatihan daring dan sharing session.  Sampai 11 September 2020, ada 61 jurnalis yang mendaftar dalam program ini dari berbagai kota di Indonesia, seperti Semarang, Makassar, Pekanbaru, Ternate, dan DKI Jakarta. 
 
Para pelamar itu akan diseleksi menjadi 15 orang. Jurnalis yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti serangkaian kegiatan untuk mengembangkan hard skill dan soft skill, selama 5 pekan, mulai 21 September hingga 23 Oktober 2020. Pemateri untuk kegiatan ini berasal dari AJI serta pakar dari beberapa industri.
 
“Pandemi COVID-19 telah mengubah kondisi industri media di Indonesia. Terhitung sejak awal pandemi, sejumlah perusahaan media melakukan efisiensi dengan pemotongan gaji hingga pemutusan hubungan kerja. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, selain membantu jurnalis secara ekonomi,” kata Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan. 
 
Dalam program fellowship ini, para jurnalis terpilih akan mendapat pendampingan dari tiga jurnalis senior yang bertindak sebagai mentor. Selama program berlangsung, para peserta akan membuat karya jurnalistik liputan mendalam (in-depth). Karya itu nantinya akan dimuat di media tempat peserta masih bekerja, atau di media jaringan AJI.

Journalist Fellowship Program 2020 ini mendapat dukungan dari AQUA sebagai sponsor utama, Jenius sebagai sponsor pendamping, serta partisipasi dari Nutrifood. “Program ini memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan yang ingin berkontribusi dan menunjukkan kepedulian dalam meminimalisir dampak pandemi COVID-19, khususnya untuk salah satu pemangku kepentingan yang ikut berperan dalam perkembangan usahanya, yakni para pelaku di industri media,” ujar Direktur Maverick, Lita Soenardi.
 
Lita menambahkan, jurnalis memiliki peran penting dalam masyarakat. Di tengah arus informasi yang begitu deras dan bisa datang dari mana saja, profesi jurnalis sangat dibutuhkan untuk bisa memberikan pencerahan serta menyajikan informasi yang 
akurat. Oleh karenanya, Lita mengajak berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada pelaku maupun industri media massa yang terkena dampak dari pandemi.
 
“Sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menunjukkan kepedulian terhadap rekan-rekan jurnalis dan industri media. Program ini diharapkan bisa memberikan capacity building bagi para jurnalis serta mampu meringankan beban finansial yang mungkin dirasakan. Melihat antusiasme rekan-rekan jurnalis, kami tengah merencanakan The Journalist Fellowship Program 2020 Batch 2, dan membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk berpartisipasi.  Bersama-sama, kita dapat membantu lebih banyak jurnalis yang membutuhkan,” kata Lita.
 

***
 
Tentang Maverick 
Maverick merupakan konsultan komunikasi strategis yang didirikan pada tahun 2002, dan telah dipercaya dalam menangani strategi serta program komunikasi perusahaan-perusahaan blue chip seperti Airbus, APP Sinar Mas, Danone-AQUA, Spotify, Whatsapp, dan Xiaomi. 

Maverick mengoptimalkan penggunaan strategi purpose-driven serta Monitoring & Analytics dalam penyampaian strategi komunikasi dan perlindungan reputasi dari brand dan perusahaan.

Selama 10 tahun terakhir, Maverick aktif membangun dan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan sejumlah komunitas, pemimpin opini, serta pemangku kepentingan melalui kegiatan inisiatif seperti PechaKucha Night Jakarta,Catalyst, MaVoice, The Recruit, dan Comms Club. 


Tentang AJI Indonesia 
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lahir sebagai perlawanan komunitas pers Indonesia terhadap kesewenang-wenangan rejim Orde Baru. Mulanya adalah pembredelan Detik, Editor dan Tempo, 21 Juni 1994. Ketiganya dibredel karena pemberitaannya yang tergolong kritis kepada penguasa. Tindakan represif inilah yang memicu aksi solidaritas dan gerakan perlawanan di berbagai kota. Akhirnya, sekitar 100 orang yang terdiri dari jurnalis dan kolumnis berkumpul di Sirnagalih, Bogor, 7 Agustus 1994.

Saat ini AJI memiliki cabang di 38 AJI di tingkat kota dan memiliki perhatian pada tiga isu utama: perjuangan pada kemerdekaan pers, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis. Inilah yang kemudian diwujudkan menjadi program kerja selama ini juga diintegrasikan dengan isu gender dan perempuan. Karena itulah, AJI secara rutin melaksanakan sejumlah kegiatan kampanye, advokasi, training, workshop, diskusi, seminar, penelitian, beasiswa, penerbitan buku, dll.

Share