x

Journalists Fellowship “Green Economy”

Journalists Fellowship “Green Economy”

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) – WWF Indonesia

 

Tema                             : Pembangunan Ekonomi Hijau di Jantung Kalimantan

 

LATAR BELAKANG

Heart of Borneo (HoB) adalah inisiatif tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia untuk mengelola kawasan hutan tropis dataran tinggi di Borneo yang didasarkan pada prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Tujuan inisiatif HoB adalah untuk mempertahankan dan memelihara keberlanjutan manfaat salah satu kawasan hutan hujan terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

Di Indonesia, inisiatif HoB dikenal sebagai Jantung Kalimantan dan telah menjadi salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 tahun 2008 mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Kemudian di dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan, kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo) disebut sebagai bagian dari kawasan paru-paru dunia yang terletak di bagian wilayah Pulau Kalimantan. Saat ini penataan ruang di dalam KSN HoB sedang diusulkan sebagai Peraturan Presiden KSN HoB.

Kawasan HoB mepunyai potensi kuantitas dan kualitas sumber daya alam yang sangat baik sehingga mengharuskan pemerintah untuk semaksimal mungkin memanfaatkan potensi tersebut untuk dikelola dengan sebak-baiknya sebagai upaya untuk memberikan tambahan devisa bagi negara dan sekaligus berkontribusi bagi upaya pelestarian lingkungannya. Pengelolaan sumberdaya alam (SDA) yang baik tentunya tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan ekonomi semata, namun juga perlu dilakukan pengelolaan yang memperhatikan keberlanjutan fungsi dan manfaat SDA tsb.

Dalam melakukan pengelolaan di kawasan HoB, Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) HoB bermitra dengan WWF-Indonesia berupaya mengadopsi pendekatan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi implementasi pembangunan di kawasan tersebut. Mengapa ekonomi hijau di kawasan HoB? Bila mengacu pada visi Inisiatif HoB yang berlandaskan pada prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan maka pendekatan ekonomi hijau menjadi pilihan strategi pembangunan ekonomi yang sejalan dengan prinsip-prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goal/SDG).

Menurut United Nation Environment Programme (UNEP), ekonomi hijau adalah kegiatan perekonomian yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial di satu sisi, tetapi di sisi lain juga mampu menghilangkan dampak negatif pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan SDA. Oleh karena itu, ekonomi hijau dapat dilihat sebagai paradigma ekonomi baru untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan lapangan kerja, sekaligus mengurangi resiko dan kelangkaan lingkungan. Sebagai sebuah paradigma pembangunan, pendekatan ekonomi hijau juga menjadi penting dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah kerusakan lingkungan serta menciptakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.

Dalam upaya melakukan pendekatan ekonomi hijau di kawasan HoB, pada tahun 2012 Pokjanas HoB difasilitasi oleh WWF-Indonesia menyusun draft buku “Strategi Implementasi Pembangunan di Heart of Borneo (HoB) melalui Pendekatan Ekonomi Hijau” yang secara resmi diluncurkan pada tanggal 2 Desember 2014 oleh Pokjanas HoB.

Dalam mengejawantahkan Ekonomi Hijau ini, dilaksanakan parktek-praktek ekonomi hijau di tingkat tapak di beberapa place base di mana WWF bekerja, yaitu:

  • Kabupaten Kapuas Hulu dalam progran desa hijau
  • Kabupaten Murung Raya dalam program micro-hidro dan serta pengembangan kawasan 
gambut di sekitar Taman Nasional Sebangau (TNS), maupun di dalam TNS.
  • Kabupaten Malinau dalam program eko-wisata Formadat

Dalam menanggapi hal tersebut WWF Indonesia bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ingin mengadakan rangkaian kegiatan di Jakarta dan Kalimantan yang dimaksudkan untuk mendorong advokasi isu ini melalui pemberitaan media. Jakarta dipilih karena untuk mendorong perhatian dan keterlibatan media nasional dengan para redaktur yang menentukan isi pemberitaan media. Sedangkan Kalimantan adalah sasaran dari kegiatan ini.

  1. Diskusi dan Briefing

Diadakan di awal program dengan tujuan memberikan input dan pengetahuan bagi peserta yang dapat digunakan saat kunjungan lapang, serta merancang ide liputannya. Semua informasi logistik dan penjelasan mengenai program akan dibahas pada proses briefing ini, sehingga semua peserta wajib untuk hadir.

Kegiatan ini akan diadakan pada:

Hari/Tanggal    : Selasa, 24 Mei 2016

Waktu            : 09.30 - 13.00

Tempat           : Panda House

Graha Simatupang Tower 2C, Lobby Area

Jl.Letjen TB Simatupang Kav.38

Pasar Minggu,  Jakarta Selatan 12540

                              

Share