Penganugerahan Peliputan Media Terbaik tentang isu Keadilan Pangan
Penganugerahan Peliputan Media Terbaik tentang isu Keadilan Pangan,
Dan Diskusi “Keadilan Pangan di Indonesia, dari Kebijakan Pemerintah hingga Sudut Pandang Media”
AJI – OXFAM
Latar Belakang
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan OXFAM telah menyelenggarakan “Penghargaan untuk Liputan Media Terbaik tentang Isu Keadilan Pangan” tahun 2016. Kompetisi ini merupakan wujud apresiasi bagi para jurnalis yang melakukan liputan isu Keadilan Pangan. Di tengah-tengah industri media massa dengan berbagai isu yang masuk, cakupan isu keadilan pangan masih mendapatkan tempat. Pada akhirnya, liputan media diharapkan dapat menyebarkan informasi lebih luas lagi mengenai isu keadilan pangan serta melahirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik terutama terkait isu ini.
Jurnalis dan media berkontribusi besar dalam upaya menyebarkan informasi dan pengetahuan pada masyarakat serta dapat menghubungkan dengan pemerintah. Keberadaannya diperlukan sebagai kontrol sosial bagi masyarakat dan pemerintah. Maka dari itulah, untuk mendorong peran jurnalis/media dalam pemberitaan tentang isu keadilan pangan ini, AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Indonesia dan OXFAM menyelenggarakan penghargaan ini.
Untuk menutup rangkaian kompetisi ini, kami berencana mebuat acara puncak penganugerahan berupa diskusi sekaligus pengumuman pemenang dan nominasi dari “Penghargaan untuk Liputan Terbaik tentang Isu Keadilan Pangan”. Acara akan mengundang perwakilan dari Kementerian Pertanian, BpkAndi Amran Sulaiman, sebagai panel pembicara. Sebagian besar peserta yang hadir nantinya adalah kalangan jurnalis dan media dari berbagai platform baik cetak/online, televisi, foto, dan radio.
Diskusi akan mengambil tema “Keadilan Pangan di Indonesia, dari Kebijakan Pemerintah hingga Sudut Pandang Media”. Diskusi ini diharapkan dapat menyatukan pemahaman mengenai bagaimana pemerintah, NGO, media, dan stakeholder lain, berperan menuju Keadilan Pangan, serta bagaimana konsep Keadilan Pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Seperti kita ketahui, Indonesia memiliki luas lahan kurang lebih 25 hektar serta wilayah perairan yang besar, namun kelaparan dan kemiskinan masih terjadi terutama pada petani dan nelayan sebagai salah satu produsen pangan. Disisi lain, secara nasional banyak permasalahan pangan yang belum terselesaikan, mulai dari banyaknya buah-buahan impor, ketergantungan gandum impor, tata niaga beras yang merugikan petani, pencurian ikan di perairan Indonesia, kurangnya benih di dalam negeri, distribusi pangan yang tidak merata, kurangnya diversifikasi jenis pangan, dan masih banyak lagi masalah yang belum terselesaikan dari sektor pangan, sehingga masih jauh dari harapan menuju keadilan pangan.
Salah satu turunan dari Nawacita program Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah membangun kedaulatan pangan di Indonesia. Program Pangan seharusnya menjadi salah satu prioritas utama, namun implementasinya sejauh ini masih belum sempurna.
Ditambah lagi kesadaran masyarakat tentang pentingnya isu ini juga masih rendah. Publik (masyarakat) masih sebatas merespon soal ketersediaan pangan dan harga. Hal ini dipicu oleh pemahaman masyarakat yang minim karena terbatasnya informasi yang mereka dapatkan.
Seperti yang kita pahami, bahwa media massa memainkan peran kunci dalam menyebarkan informasi dan pengetahuan pada masyarakat serta dapat menghubungkan dengan pemerintah. Keberadaannya diperlukan sebagai kontrol sosial bagi masyarakat dan pemerintah. Ini menunjukkan bahwa merubah persepsi media dalam melihat isu ini adalah hal yang sangat penting. Diharapkan media dapat berkontribusi untuk membangun wacana tentang keadilan pangan dan mendorong pemerintah untuk segera memiliki respon yang positif pada isu ini.
- Acara Penganugerahan & Diskusi
Kedai Pos
Galeria Fatahillah Lantai 2 (Satu Gedung dengan Kantor Pos Taman Fatahillah/Kota Tua)
Jl. Taman Fatahillah no. 3 Jakarta Barat
Kamis, 9 Juni 2016
14.00 – 17.30
- 3 kali dilihat





