x

#UntukJurnalisID Program Bantuan Bagi Jurnalis Terpapar Covid-19

JAKARTA, 26 Februari 2021 - Jurnalis merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi untuk terpapar Covid-19, karena tuntutan pekerjaan yang seringkali mengharuskan bertemu dengan berbagai kalangan saat peliputan. Data yang dirilis oleh AJI Indonesia menunjukkan sekitar 294 jurnalis terpapar Covid-19 selama tahun 2020. Namun pada kenyatannya angka ini dapat lebih besar, mengingat tidak semua jurnalis bersedia melaporkan kasusnya.

Hal inilah yang mendorong Maverick Indonesia bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali berkolaborasi untuk meringankan beban para jurnalis di masa pandemi. #UntukJurnalisID merupakan dukungan bagi para jurnalis terpapar Covid-19 yang memerlukan perawatan melalui isolasi mandiri maupun perawatan intensif di rumah sakit.

Program #UntukJurnalisID akan memberikan bantuan dalam bentuk tunai kepada para jurnalis terpapar Covid-19. Pendaftaran dimulai sejak tanggal 24 Februari 2021 dan menyediakan dukungan kepada jurnalis melalui tiga kategori, yaitu jurnalis yang diharuskan melakukan perawatan isolasi mandiri, jurnalis yang memerlukan perawatan di rumah sakit dengan kondisi ringan, dan jurnalis yang mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan kondisi berat.

Direktur Maverick Indonesia, Lita Soenardi mengatakan, bantuan disalurkan kepada jurnalis dalam bentuk tunai agar dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pemulihan. “Rekan jurnalis terpapar Covid-19 tentu memerlukan biaya pemulihan yang tidak sedikit, dan pemulihannya pun membutuhkan waktu cukup panjang. Program #UntukJurnalisID diharapkan dapat memberikan semangat sehingga mereka dapat kembali berkarya,” tutur Lita.

Besarnya bantuan yang disalurkan kepada jurnalis terpapar Covid-19 disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. Untuk perawatan isolasi mandiri serta perawatan di rumah sakit rujukan pemerintah khusus Covid/Puskesmas ditetapkan bantuan sebesar Rp1.500.000, sementara yang harus melakukan perawatan di rumah sakit non rujukan pemerintah kategori ringan ditetapkan sebesar Rp5.000.000, dan perawatan rumah sakit non rujukan pemerintah dengan kategori berat ditetapkan sebesar Rp10.000.000. Para jurnalis dapat mengajukan bantuan dengan melengkapi syarat administrasi yang telah ditetapkan oleh Maverick Indonesia dan AJI Indonesia.

Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan mengatakan, program #UntukJurnalisID diharapkan bisa meringankan beban jurnalis yang terpapar Covid-19, yang tentu tidak ringan karena pandemi selama setahun ini berdampak signifikan pada industri media. “Program #UntukJurnalisID menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada para jurnalis, terlebih di masa yang tidak menentu seperti sekarang ini,” tuturnya. Manan menambahkan, program ini terbuka untuk anggota AJI di seluruh Indonesia dan jurnalis yang merupakan jaringan Maverick Indonesia.

Program #UntukJurnalisID turut menggalang bantuan dari para donatur yang berasal dari beragam kalangan, yaitu organisasi, perusahaan, maupun individual. Penggalangan dana ini terus dibuka hingga 12 Maret 2021. Penyaluran bantuan kepada para jurnalis terpapar Covid-19 ini akan terus berlangsung selama dana yang terkumpul dari para donatur tersedia.

#UntukJurnalisID diinisiasi oleh Maverick Indonesia bersama AJI Indonesia, dan merupakan program kerja sama kedua selama pandemi setelah sebelumnya melangsungkan kegiatan The Journalist Fellowship Program. Program fellowship bagi para jurnalis yang terdampak Covid-19 tersebut dilangsungkan pada September-Desember 2020, dan terbagi dalam dua angkatan dengan total jumlah peserta sebanyak 40 jurnalis.

 

*****

 Tentang Maverick Indonesia

Maverick merupakan konsultan komunikasi strategis yang didirikan pada tahun 2002, dan telah dipercaya dalam menangani strategi serta program komunikasi perusahaan-perusahaan blue chip seperti Airbus, APP Sinar Mas, Danone-AQUA, Spotify, Whatspp, dan Xiaomi.

Maverick mengoptimalkan penggunaan strategi purpose-driven serta Monitoring & Analytics dalam penyampaian strategi komunikasi dan perlindungan reputasi dari brand dan perusahaan.

Selama 10 tahun terakhir, Maverick aktif membangun dan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan sejumlah komunitas, pemimpin opini, serta pemangku kepentingan melalui kegiatan inisiatif seperti PechaKucha Night Jakarta,Catalyst, MaVoice, The Recruit, dan Comms Club.

 Tentang AJI Indonesia

Aliansi  Jurnalis  Independen  (AJI)  lahir  sebagai  perlawanan  komunitas  pers Indonesia  terhadap kesewenang-wenangan rezim Orde Baru. Mulanya adalah pembredelan Detik, Editor dan Tempo, 21 Juni 1994. Ketiganya dibredel karena pemberitaannya yang tergolong kritis kepada penguasa. Tindakan represif inilah yang memicu aksi solidaritas dan gerakan perlawanan di berbagai kota. Akhirnya, sekitar 100 orang yang terdiri dari jurnalis dan kolumnis berkumpul di Sirnagalih, Bogor, 7 Agustus 1994.

Saat ini AJI memiliki cabang di 38 AJI di tingkat kota dan memiliki perhatian pada tiga isu utama: perjuangan pada kemerdekaan pers, peningkatan profesionalisme, dan kesejahteraan jurnalis. Inilah yang kemudian diwujudkan menjadi program kerja selama ini juga diintegrasikan dengan isu gender dan perempuan. Karena itulah, AJI secara rutin melaksanakan sejumlah kegiatan kampanye, advokasi, training, workshop, diskusi, seminar, penelitian, beasiswa, penerbitan buku, dll.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:

Rarasati Syarief

Consultant, Media Outreach

0817-1155-31 | raras@maverick.co.id

 

 

Share