Hoaks Seputar Invasi Rusia ke Ukraina Membelah Persepsi Publik di Indonesia
AJI Indonesia dan Zinc Network pada Rabu 8 Februari lalu, menggelar seminar tentang misinformasi dan disinformasi seputar invasi Rusia ke Ukraina. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yakni Liubov Tsybulska (Ahli Komunikasi Strategis dan Ancaman Hibrida Ukraina), Radityo Dharmaputra (Ahli Rusia dan Eropa Timur Universitas Airlangga) dan Ika Ningtyas (Sekretaris Jenderal AJI Indonesia sekaligus Koordinator Cek Fakta Tempo).
Seminar tersebut membahas tentang dampak kampanye misinformasi dan disinformasi yang menyebar ke seluruh dunia setelah Rusia meluncurkan agresi militernya ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Menurut Ika Ningtyas, Tempo telah membongkar 69 jenis konten misinformasi dan disinformasi seputar invasi sejak 24 Februari 2022 hingga 31 Januari 2023. “Seluruh konten tersebut pro-Rusia yang disebarkan oleh akun-akun yang baru dibuat setelah invasi berlangsung,” kata Ika Ningtyas.
Liubov Tsybulska menyatakan Ukraina tidak memiliki sumber daya dan anggaran untuk menyebarkan propaganda online sama sekali. Sebaliknya, Rusia memiliki sumber daya yang sangat besar untuk berinvestasi dalam menyebarkan disinformasi.
Persepsi publik di Indonesia sendiri terbelah dalam merespon invasi Rusia ke Ukraina. Selain terpengaruh oleh disinformasi Rusia, Radityo Dharmaputra mengatakan, opini para pakar dan praktisi hubungan internasional Indonesia yang cenderung pro-Rusia turut mendorong sentimen pro-Rusia di Indonesia. Apalagi ada kecenderungan masyarakat Indonesia kurang memahami konteks perang Rusia Ukraina, maupun sejarah kedua negara itu.
Seminar itu menghasilkan beberapa rekomendasi penting antara lain 1) media harus lebih cover both side untuk memberitakan invasi Rusia dan Ukraina, 2) memberikan porsi lebih banyak pada nasib warga sipil yang menjadi korban maupun dampak sosial dan ekonomi secara global, 3) memperluas kolaborasi untuk mendapatkan sumber-sumber yang kredibel dan independen yang memahami sejarah dan konteks invasi Rusia ke Ukraina.
- 176 kali dilihat





